ISSUE: Menjaring Performance Art – Performans/Diskusi oleh Aliansyah

ALIN5L

ISSUE: PRESENTASI/DISKUSI

Menjaring Performance Art 

oleh ALIANSYAH

Sabtu, 11 April 2015

2 sore – selesai

TERBUKA UNTUK UMUM/FREE FOR PUBLIC

—-

Aliansyah – atau Alin – adalah seorang seniman performans yang telah berkarya sejak tahun 2006. Alin menempuh pendidikan sarjana Seni Lukis di Institut Teknologi Bandung Fakultas Seni Rupa Dan Desain juga mengikuti beberapa lokakarya seni performans, diantaranya bersama Boris Nieslony, Waldemar Tatatchuk & Janusz Baldyga, Lee Wen, Seiji Shimoda dan juga menjadi murid dari Melati Suryodarmo.

Dalam kekaryaannya, Ia dikenal sebagai seorang seniman performans yang mengangkat tema art activism dan realisme sosial di ruang publik. Kegiatan Alin di antara lain melakukan praktek seni intervensi, karya-karya site specific, membentuk komunitas kesenian dan pergerakan seni yang lebur dengan masyarakat untuk memperbaiki secara bersama-sama daerah yang mengalami kerusakan lingkungan dan daerah konflik secara kreatif. Ia juga tak jarang meminta partisipasi publik secara aktif dalam proses penciptaan karyanya, pembuatan karya installasi yang monumental, juga seni-seni berbasis durasi.

Pada kesempatan ini, Alin akan berbagi pengalaman dan pemikirannya sepulang dari undangan performans (Belfast International Festival of Performance Art 15) dan residensi di FlaxArt Studio,Belfast, Irlandia Utara. Presentasi/diskusi ini akan menjadi sebuah rujukan menarik mengenai bagaimana seniman performans di Indonesia dapat membangun karirnya lewat jalur jejaring.

Aliansyah – also known as Alin – is a performance artist who has been active since 2006. Alin studied Painting in Bandung Institute of Technology and also participated in several performance art workshops from Boris Nieslony, Waldemar Tatatchuk & Janusz Baldyga, Lee Wen and Seiji Shimoda. He is also a student of Melati Suryodarmo. In his practice, he is known as a performance artist who brought up art activism and social realism issue in public space.

Alin works a lot with intervention art method, site-specific projects and also established art community/activism together with local community to improve or rehabilitate conflict areas in creative manner. He often asks for active public participation in his creation process, monumental installation making and also in durational performance.

On this occasion, Alin will share his experience and thoughts after an invitation to perform in Belfast International Festival of Performance Art 15 and an artist-in-residency program in FlaxArt Studio, Belfast, Northern Ireland. This presentation/discussion will be an interesting reference of how performance artists in Indonesia are able to build their career path through networking.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s