NEO-PITAMAHA

11039299_1062288843785097_4999298501290795139_n

6 Maret – 6 April 2015

Pembukaan            : Jumat, 6 Maret 2015 pukul 16.00

Diskusi                    : Sabtu, 7 Maret 2015 pukul 16.00

Seniman:

Gede Mahendra Yasa

Kemalezedine

Ketut Moniarta

Tang Adimawan

Kurator:

Asmudjo Jono Irianto

Platform3

Jl. Cigadung Raya Tengah no.40

Bandung 40191

Kali ini Platform3 tertarik untuk meninjau praktek seni melalui kerja-sama atau kolaborasi untuk mempertajam tematik para seniman melalui perbedaan prinsip, ketegangan serta konflik yang terjadi , sehingga memicu sebuah hasil karya atau proyek seni yang tidak terduga.

Kolaborasi secara umum adalah aksi kerja sama dengan lebih dari dua individu maupun organisasi lain untuk mencapai tujuan bersama. Dalam praktek seni rupa saat ini kerja kolaborasi bisa terjadi dalam beberapa tingkat. Dalam beberapa artian kolaborasi seni juga sering dikaitkan dengan kolektif atau bekerja secara komunal, terutama di Indonesia hal ini dikaitkan dengan praktek produksi seni tradisi.

Kolaborasi atau kerjasama dalam agenda Platform3 ingin membedah praktek seni rupa kontemporer didalam  program Platform3 selama tahun 2015 hingga 2016 mendatang.

Neo-Pitamaha : 

Paradigma, Kontruksi  dan Implementasi

Refleksi Tentang Seni Lukis Kontemporer Bali.

Neo-Pitamaha adalah kelompok seni rupa yang menyakini akar (root) penggalian estetik kerupaan dimulai dari mengenal Seni Lukis Bali, sebagai dasar eksplorasi. Seni Lukis Bali yang selama ini dikenal dengan sebutan seni klasik dan condong disebut seni lukis tradisional merupakan jejak panjang sejarah perkembangan seni rupa di Nusantara yang kebetulan kemudian dijaman penjajahan, statusnya sebagai “gambar” persembahan agama sebagian bergeser menjadi seni lukis dan dikoleksi oleh kolektor era kolonial.

Terapan dan perkembangan sejarah seni lukis Bali pada dasarnya berkembang sejak jaman kerajaan hingga masa revolusi kemerdekaan. Di tahun 30-an lahir kelompok Pita maha, adalah titik awal munculnya kelompok paguyuban seni pertama dalam seni rupa di Bali yang didirikan oleh Tjokorde Agung Sukawati, Rudolf Bonnet, Walter Spies, Gusti nyoman lempad serta nama-nama pelukis lain baik pelukis lokal dan asing yang saling berinteraksi, melakukan berbagai program pameran ke luar dan dalam negeri membentuk regulasi jual-beli karya. Dijaman pergolakan revolusi kemerdekaan, pelukis-pelukis lokal yang dapat sentuhan pergaulan dengan pelukis-pelukis nasional lainnya, mulai berpikir tentang tema-tema pergerakan nasional, sosialisme kerakyatan dan tema-tema lain yang penuh semangat perjuangan. Dimasa kestabilan “politik” dengan arus deras wacana modernisme dalam dunia seni rupa, seni lukis Bali “termarjinalkan”dalam wacana seni rupa Nasional dan disebut sebagai“Seni Lukis Tradisonal”, dan selalu  terbaca berbeda dengan perjalanan seni rupa Indonesia.

Akar dari proses seni Lukis Bali adalah kemampuan craftsmanship (keahlian) dimana seni lukis Bali merupakan karya seni lukis yang dibaca secara “detail” sehingga setiap fragmentasi dalam mengolah komposisi objek merupakan bagian-bagian mengikat untuk diamati secara sabar serta lebih ‘intim” dengan kedekatan jarak pandang. Kekuatan dasar seni Lukis Bali bertumpu pada drawing, pengolahan garis pada setiap tahapan lapis dalam seni lukis Bali dibutuhkan keahlian drawing yang terjaga kualitasnya, dimulai sejak awal pembentukan karya hingga karya tersebut dianggap selesai. Craftsmanship drawing merupakan kunci utama dalam unsur seni lukis Bali. Neo Pitamaha, sebagai kelompok yang memakai seni Lukis Bali sebagai eksplorasi penggalian estetik, menyadari perlu sebuah gerakan kesadaran dari mengkontuksi sejarah, tematik hingga implementasi dalam eksekusi karya.Perkembangan seni rupa kontemporer yang melanda seluruh lapisan dunia seni rupa  kontemporer kini memiiki kecendrungan seragam dan nir-identitas, sehingga Neo-Pitamaha, membangunkan lagi semangat baru gerakan kelompok seni rupa dengan penggalian identitas “kelokalan” yang dimainkan dalam konteks ranah seni rupa kontemporer yang selalu melakukan refleksi terus menerus tentang paradigma seni lukis kontemporer Bali.

More Info:

about Neo – Pitamaha (Bahasa) , download Teks_bahasa_Neo_Pitamaha

Bio members Neo – Pitamaha , download CV_neopitamaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s